Pull’s Ferry: Jakarta, Norwich / Geteknya Pak Tarik: Jakarta, Norwich

Jakarta time machine

“You know this, then” – the branch, which she drew out
From her clothes’ folds… neither spoke.
The hallowed gift amazed him,
The branch of fate – so long since he had seen it!

A sybil pays Charon, ferryman of the Styx
Virgil, Aeneid, 6.406-9

wp-1488668668489.jpg

Pak Tarik’s Ferry, West Jakarta flood canal, and Temple

Open your mouth and pay the ferryman. Two thousand rupiah – a little less than twenty U.S. cents, a trifle more than ten U.K. pence – will see you safely across.

Pak Tarik’s been working this stretch of the canal for eighteen years, using current and cable to guide his ferry. Every time I see him – and the others like him across Jakarta’s rivers and canals – I’m reminded of Pull’s Ferry, Norwich, and I wonder how much longer they’ll be around.

Pull’s Ferry is named for John Pull, who lived and worked here carrying people and goods across the river Wensum from 1796 to 1841. The last of the ferrymen retired in 1943.

Pull’s Ferry, Norwich, and Cathedral

Time Travel di Jakarta

“Inilah, kamu kenal”- sebuah ranting, yang dia keluarkan
dari lipatan jubahnya… keduanya diam.
Persembahan suci itu membuat dia takjub,
Rantai Pohon Nasib – betapa lama sejak dia melihatnya!

Seorang sybil membayar Charon, tukang getek di sungai Styx
Virgil, Aeneid, 6.406-9

pulls-ferry-late-1800s

Pull’s Ferry, Norwich, c.1890

Bukalah mulutmu; membayar sang tukang getik. Dua ribu perak buat menyeberang.

Pak Tarik telah bekerja di sini selama delapan belas tahun, memakai arus air dan kabel baja untuk mengemudikan geteknya. Setiap kali saya melihatnya – dan tukang getek lain di sungai dan kanal Jakarta – saya teringat akan Pull’s Ferry, di kota Norwich, Inggris. Dan saya bertanya dalam hati – berapa lama lagi akan ada tukang getek seperti ini di Jakarta?

Pull’s Ferry dinamai untuk John Pull, yang mengangkut barang dan orang menyeberangi sungai Wensum selama empat puluh lima tahun dari tahun 1796 sampai tahun 1841, tukang getek atau ferryman yang paling lama karirnya. Dia bukan yang terakhir – Ferryman terakhir di Norwich pensiun pada tahun 1943 – baru sekejap mata yang lalu.

wp-1488668783857.jpg

Job done

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s